Oleh: endalatersia | April 2, 2008

dinasehati ama adik

Hallo kawan,
Pernakah kalian merasakan bahwa waktu begitu cepat berlalu. Banyak hal-hal yang berubah, dan tidak terkecuali dengan pertumbuhan seorang anak manusia. Itulah yang aku dan adikku alami. Aku dan adikku si bungsu berjarak 6 tahun. Saat dia lahir semuanya senang dan riang gembira.
Terutama papaku, maklum orang batak selalu mengharapkan kelahiran anak laki-laki sebagai penerus marga. Lahir dengan sangat imut dan montok, lalu tumbuh menjadi balita yang menggemaskan. Saat SD, dia mencolok di antara kawan-kawanya karena secara fisik adikku ini emang lebih ok dari kawan-kawan sekolahnya. Saat dia SMP, kawanku ada yang tidak percaya
kalo aku punya adik yang cakep.

Kebersamaanku dengannya di rumah dan di kampung halaman hanya sampai dia duduk di kelas dua SMP. Setelah itu, kami berpisah. Aku merantau ke negeri seberang. Hanya sekali setahun kami bertemu dalam indahnya suasana idul fitri.

Lalu terjadilah peristiwa di malam itu (kira2 seminggu yang lalu). Aku telepon dia, dan dia berkata bahwa akan ada yang dibicarakan dengan ku penting katanya. Aku penasaran dan mencoba menebak-nebak apa yang akan diceritakannya. Namun dugaan ku salah, dia bukannya curhat masalah dia.

Tapi, dia malah menasehatiku. Memintaku agar segera “NIKAH”. Ya 4JJI, kaget mendengarnya. Adikku yang lucu, imut dan manja sekarang sudah bisa berkata “Kak, nikahlah kak. G usah lama-lama. AKu dah kepengen gendong ponakan nih. Kan asik tuh kalo sore2 di rumah, ngajak ponakan naik motor keliling LUbuk Sikaping.”

Entah apa yang kurasakan saat dia berkata seperti itu. Tapi aku tetap tertawa……….dan berkata ” Iya, ntarlah.” Lalu dia berkata ” Kak, kamu tuh cewek, g baik nunggu lama-lama, lbh cepat lebih baik.”

Lalu, aku bilang ” Iya, tunggu aj.” Mungkin aku menanggapinya dengan tertawa, tp itu adalah permintaan hati yang tulus (doa) dari seorang adik yang sudah beranjak dewasa.

“Kakak, Yeyen tuh bukan anak kecil lagi, aku dah dewasa.” Itu lah yang terakhir aku dengar ketika aku menawarkan kamarku tuk dia beristirahat.

Maafkan aku, yang sering memperlakukanmu seperti anak kecil.


Tanggapan

  1. hiks… jadi pengen punya adek :(

    anyway, salam kenal dari daku, mari mampir :D

  2. Hallo Dimas,
    Salam kenal juga…….senang telah mampir ke rumahku :)

    Ni aku lagi mampir ke rumahmu.

    Pengen punya adik? Bukannya dah ada, itu tuh……
    He…he….

  3. bener kata adikmu….. lebih cepet lebih baek :)

  4. lc jg adk ny. Emg umum brp nh lum dead line y. btw lam knl y, ak dl jg skul d smu 1 loesix..

  5. ola mbak endah,vito nih :)
    jadi kapan nih,nikahnya hehehe

  6. mau dikasih tambahan nasehat lagi g…??
    mmm…mmmm..

    Cuma satau,,,
    setuju sm yeyen…

    Skrg udah 2 org adekmu menasehati hai kakakku….
    Buruan…

    he…he….


Beri tanggapan

Your response:

Kategori