Landasan Hukum

Salah satu dokumen jalan menurut PP 34/2006 adalah leger jalan, yaitu dokumen yang memuat data mengenai perkembangan suatu ruas jalan. Dalam rangka memenuhi tertib penyelenggaraan jalan maka Direktorat Jenderal Bina Marga sebagai penyelenggara jalan memiliki kewajiban untuk melaksanakan kegiatan dimaksud. Kegiatan leger jalan selanjutnya, dituangkan dalam Peraturan Meneteri Pekerjaan Umum No. 78 tahun 2005. Di dalam Permen diuraikan bahwa sasaran yang akan dicapai dari kegiatan leger jalan adalah untuk:

  1. Mengetahui perkembangan suatu ruas jalan yang mencakup aspek hukum, teknis, pembiayaan, bangunan pelengkap, perlengkapan jalan, bangunan utilitas dan pemanfaatannya.
  2. Melaksanakan tertib penyelenggaraan jalan dengan mewujudkan dokumen yang lengkap, akurat, mutakhir dan mudah diperoleh.
  3. Mengetahui kekayaan negara, orang atau instansi atas jalan yang meliputi kuantitas, kondisi dan bilai yang diperoleh dari biaya desain, pembangunan dan pemeliharaan.
  4. Sumber informasi dalam menyusun rencana dan program penyelenggaraan jalan dan melaksanakan tertib pemanfaatan, pemeliharaan dan pengawasan jalan.

Dari peraturan di atas, maka leger jalan analogi dengan sertifikat tanah. Layaknya sertifikat tanah maka jika terjadi perubahan di atas jalan tersebut harus dicatatkan di leger jalan. Perubahan yang mungkin terjadi seperti berubahnya batas ruang milik jalan dengan pemukiman, pelebaran jalan, penambahan bangunan pelengkap, perubahan KM 0 dan KM akhir harus diukur, digambar, dan dicatat di leger jalan selanjutnya diperiksa dan disetujui oleh pejabat yang berwenang. Leger jalan sebagai dokumen sejarah jalan dipelihara sejak suatu ruas jalan dibangun, dan selama jalan tersebut digunakan. Jika pencatatan dokumen yang lengkap, dan akurat berjalan secara kontinyu maka tertib penyelenggaraan jalan  akan terwujud, dan leger jalan bisa menjadi acuan solusi atas permasalahan yang muncul di lapangan seperti yang terjadi pada kasus jalan RE. Martadinata yang amblas. Kenyataannya, leger jalan RE. Martadinata tidak mencatat data yang lengkap sehingga leger jalan belum bisa dijadikan solusi atas amblasnya jalan tersebut.

Leger adalah Representasi Jalan yang Ada

Pada dasarnya leger jalan adalah representasi dari dunia nyata dalam hal ini jalan raya ke dalam bentuk suatu peta dan gambar yang disertai dengan ukuran dan data-data atribut. Peta,yang terdapat di data leger adalah peta provinsi dan peta lokasi ruas jalan yang dilegerkan. Gambar yang terdapat di data leger adalah gambar situasi dan potongan, alinyemen vertikal dan memanjang. Gambar dan peta ini akan selalu terkait dengan sistem yang mendefinisikan, dan di Indonesia sistem yang telah diberlakukan secara nasional yaitu sistem datum WGS 1984, sistem proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM), sedangkan sistem tinggi adalah hasil pengukuran sipat datar terhadap muka laut rata-rata (Mean Sea Level= MSL).

Karena peta dan gambar leger jalan didefinisikan dalam sistem koordinat, maka tampilan data lebih baik disimpan dalam bentuk vektor. Representasi data vektor memungkinkan semua posisi, panjang, dan dimensi didefinisikan secara presisi (Prahasta, 2002). Jika data leger disimpan dalam bentuk vektor maka manipulasi data bisa lebih maksimal sehingga leger jalan bisa dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan di bidang jalan. Contoh sederhana adalah dalam pelebaran jalan jika leger yang tersedia lengkap dan akurat maka pihak perencana cukup mengedit peta dan gambar yang sudah tersedia di leger jalan.

Kondisi Leger Jalan Saat ini

Jauh sebelum Permen PU No. 78/2005 dilegalkan, kegiatan leger jalan sudah berlangsung sejak tahun 1984. Hasil kegiatan tersebut adalah sudah tersedia 57% leger jalan nasional dari total panjang jalan nasional.

Dari 57% leger yang tersedia, hanya 15% leger berumur terbaru dalam kisaran tahun 2006 sampai dengan 2010 dan sisanya yaitu 85% sudah kadaluwarsa atau berumur lebih dari enam (6) tahun. Dari 85% leger jalan atau yang sudah kadaluwarsa, sebagian besar masih dalam sistem koordinat lokal dan perlu dilakukan transformasi koordinat ke sistem UTM WGS 1984. Semua leger jalan tersedia dalam hardcopy dan disimpan di kantor Wahana Data Jalan Bandung. Leger hardcopy sangat rentan terhadap cuaca, suhu, dan kelembaban udara ruangan penyimpanan. Untuk menjaga leger hardcopy dari penyusutan kertas, kerusakan akibat jamur dan usia, maka dilakukan scanning leger hardcopy, dengan hasil adalah data raster leger jalan yang saat ini juga tersedia di Wahana Data Jalan Bandung. File data raster leger jalan yang tersedia adalah format Joint Photographic Experts Group (JPEG).

Data raster memiliki keterbatasan yaitu representasi dan akurasi posisi data raster sangat tergantung pada ukuran piksel atau resolusi spasial. Semakin tinggi resolusi spasial peta dan atau gambar leger hasil scanning maka semakin besar disk di komputer. Sehingga data raster leger jalan perlu ruang penyimpanan (disk) yang besar di komputer. Selain itu, transformasi koordinat dan proyeksi lebih sulit dilakukan. Padahal data-data leger jalan sebagian besar ada dalam sistem koordinat lokal yang harus dilakukan transformasi koordinat dan proyeksi. Ilustrasi sederhana mengenai perbedaan data raster dan data vektor.

Saran Memberdayakan Data Leger Jalan

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa sasaran kegiatan leger jalan salah satunya adalah  tertib penyelenggaraan jalan dengan mewujudkan dokumen yang lengkap, akurat, mutakhir dan mudah diperoleh. Secara sederhana maka dokumen leger jalan harus:

  1. Lengkap artinya semua jalan di Indonesia harus memiliki leger jalan. Bukan hanya jalan nasional tetapi juga jalan propinsi, jalan kabupaten, jalan kota, dan jalan desa harus memiliki leger jalan.
  2. Akurat artinya peta,dan gambar yang ada di leger jalan bentuk dan dimensinya benar, begitu pula halnya dengan data atribut seperti data bangunan pelengkap, perlengkapan jalan dan utilitas lainnya.
  3. Mutakhir artinya setiap perubahan yang terjadi pada ruas ruas jalan dicatatkan pada leger jalan secara kontinyu sejak suatu ruas jalan dibangun, dan selama jalan tersebut digunakan.
  4. Mudah artinya leger jalan bisa diakses oleh semua unit kerja yang membutuhkan data jalan.

Menindaklanjuti sasaran dan menyadari kondisi leger jalan saat ini, maka perlu dilakukan terobosan-terobosan oleh Subbag Leger Jalan dalam memberdayakan leger jalan yang sudah ada. Adapun hal-hal perlu dilakukan adalah:

 

  1. As Built Drawing (gambar terlaksana) merupakan cikal bakal leger jalan. Jika ABD suatu ruas jalan sudah ada maka pembuatan leger jalan lebih efisien dan efektif daripada pembuatan leger yang tidak ada ABD. ABD wajib diserahkan oleh kontraktor kepada masing-masing satuan kerja yang membidangi proyek jalan proyek-proyek fisik. Namun pemberdayaan ABD belum maksimal. Seringkali setelah ABD terkumpul, tidak ada pemeliharaan data maupun proses lanjut. Permasalahan ini bisa diatasi dengan memasukkan satu (1) orang tim leger ke dalam tim PHO (Provisional Hand Over) dan FHO (Final Hand Over) agar ABD yang diserahkan dipelihara dan diproses lanjut.
  2. Data raster leger jalan dikonversi ke dalam bentuk vektor atau yang lebih dikenal dalam format CAD (Computer-Aided Design) dengan digitasi on screen selanjutnya leger jalan yang dalam sistem koordinat lokal ditransformasi ke dalam sistem proyeksi UTM WGS 1984. Kegiatan ini, sebaiknya diaplikasikan terhadap dua atau tiga ruas jalan, agar dapat dilihat hasilnya.
  3. Jika kegiatan no. 2 cukup baik, maka kegiatan tersebut perlu diaplikasilkan ke semua data leger jalan yang ada. Data vektor leger jalan dengan sistem proyeksi UTM WGS 1984 selanjutnya diserahkan ke masing-masing satuan kerja agar pemutakhiran data bisa secara kontinyu, dan setiap tahun pemutakhiran tersebut diserahkan ke Wahana Data Jalan Bandung.

 

    Dari solusi di atas diharapkan leger jalan dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai salah satu unsur dalam pemeliharaan jalan. Jika setiap penanganan jalan terekam baik dalam leger jalan, maka sejarah jalan bisa dijadikan acuan dari setiap permasalahan yang muncul di kemudian hari. Memang butuh kesadaran dan kemauan semua pemangku kepentingan di bidang jalan untuk mewujudkan tertib penyenggaraan jalan. Bukan hanya itu, kemampuan sumber daya manusia yang terampil (Men), dukungan finansial (Money), metode yang efektif dan efisien (Method), dan peralatan canggih (Machine) dibutuhkan menuju Wahana Data Jalan yang lengkap, akurat, mutakhir dan mudah untuk diwariskan bagi generasi penerus.

    Tanggapan Terhadap Rekomendasi The Indonesia Infrastructure Initiative (IndII)

    Pada tanggal 21 Februari 2011, pukul 17.00-18.30 dilakukan pertemuan antara Subbagian Leger Jalan Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara Sekretariat Direktorat Jenderal Binamarga dengan tim IndII. The Indonesia Infrastructure Initiative atau prakarsa Infrastruktur Indonesia (IndII) adalah proyek tiga tahun yang didanai Pemerintah Australia. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui kerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam rangka mempercepat kebijakan, perencanaan dan investasi di bidang infrastruktur. Tim IndII merekomendasikan agar metode yang digunakan pembuatan leger jalan menggunakan video yang diintegrasikan dengan GPS (Global Positioning System) sehingga setiap perekaman sudah berada dalam sistem koordinat lintang bujur WGS 1984.

    Menurut penulis, metode video yang direkomendasikan kurang sesuai dengan sasaran kegiatan leger jalan karena data video tidak mampu menggantikan pengukuran teristris untuk menghasilkan gambar situasi dan potongan, alinyemen vertikal dan memanjang. Padahal gambar-gambar inilah esensi dari leger jalan. Potongan dan alinyemen setiap 750 meter jalan bisa terepresentasi dengan baik dalam bentuk data vektor dan bisa dijadikan acuan oleh para design engineer dalam melakukan penanganan jalan. Metode video memang bisa menghasilkan model tiga dimensi (3D). Ingat hasilnya model 3D yang dihasilkan dari interpolasi dua (2) titik yang berdekatan, bukan dari hasil pengukuran di lapangan. Sedangkan yang dibutuhkan oleh para engineer adalah data teknik akurat bukan hasil interpolasi. Data video belum bisa menggantikan hasil pengukuran teristris di lapangan, tetapi data ini bisa sebagai pelengkap (supplementary) dari leger jalan. Dengan adanya video, setiap orang yang melihat leger jalan merasa terbantu dalam merepresentasikan potongan ruas jalan dimaksud. Dengan biaya pembuatan video USD 1000 per km agaknya perlu dipertimbangkan lagi pemakaian metode video ini jika dikaitkan dengan manfaat yang akan diperoleh. Bandingkan dengan biaya pembuatan leger jalan menggunakan metode teristris sebesar Rp. 8.000.000,00 per km namun bisa menggakomodir semua kebutuhan peta dan gambar dalam buku leger jalan.

    Penulis adalah seorang surveyor yang sekarang bekerja di  Subbag Leger Jalan – Bagian Pengelolaan BMN Ditjen Binamarga Kementerian Pekerjaan Umum, email : enda _pinem02@yahoo.com- CPNS 2009

    Oleh: endalatersia | September 11, 2008

    My special day,my bithday

    Dear all,

    Thanks for my lovely Ibu and Papa. Because both of you, I grow as energetic, outgoing, and smart person.

    Thanks for my sista and my brother. Both of you, make me more mature.

    Thanks for my teachers and lectures who have teached me…from “don’t know” became “know”

    Thanks for all of my friends in every where….all of you give me the meaning of friendship.

    Thakns for all my collegues who introduce to the working world. You know,its the real world.

    Last but not least, thanks for 4JJI who has give me life and born as muslimah.

    Oleh: endalatersia | Juli 24, 2008

    Buku Prof Jacub Rais “TOPONIMI INDONESIA”

    T O P O N I M I
    mungkin hanya segelintir orang yang pernah mendengar kata2 ini. What is it? Ato mungkin ada yang tanya “makanan apa pula itu?” No,,,….no….TOPONIMI isn’t snack or menu for eat.

    TOPONIMI adalah ilmu tentang nama rupa bumi. Kalau kawan-kawan yang bergerak di bidang pemetaan, tentu kata ini familiar di telinga. Rupa bumi adalah fitur bumi seperti danau, sungai, laut, jalan, desa, bukit, gunung. Nah sederhananya setiap fitur-fitur bumi tersebut tentu punya nama, agar mudah diidentifikasi. Seperti Danau Toba, Gunung Merapi, Kota Banyuwangi. Nah dibalik penamaan itu ada ilmunya.

    Kita break dulu ya. Kita melihat ke diri masing dan ke kawan-kawan di sekitar kita. Pernahkah kawan bertanya ke orang tua kita apa arti nama kita?

    Begitu juga dengan fitur-fitur di muka bumi yang diberi namanya oleh manusia. Ada ceritanya di balik itu semua, seperti halnya nama kita yang sudah diberi oleh orang tua kita. Nah bagi kawan-kawan khususnya bagi penggiat di bidang pemetaan, ada baiknya membaca buku TOPONIMI INDONESIA. Ada banyak ilmu di sana. Kita akan bisa beralasan kalau penulisan Sungai Ciliwung itu salah, dan YANG BENAR ADALAH CILIWUNG. Karena dalam bahasa Sunda, Sungai = Ci. Dan tentunya tangan kanan tidak akan ragu lagi menulisakan nama kota  BUKITTINGGI, karena memang itu lah yang benar. Mau tahu alasannya, silakan baca bukunya.

    Paling tidak dari membaca buku tersebut kita akan bangga dengan khasanah bangsa hasil kebudayaan nenek moyang kita. Selamat membaca…..

     

     

    TOPONIMI INDONESIA

    karangan Prof. Jacub Rais dkk

    PT Pradm

    Oleh: endalatersia | Juni 25, 2008

    lemes banget

    Hari ini aku lemes banget. Padahal kemarin sudah istirahat seharian di rumah. G ngantor, leyeh2 di kamar sambil dengerin radio trus tertidur pulas las……..

    Tapi kenapa hari ini masih lemes ya. Ya Robbi bantu aku semoga hari ini bisa kulalui dengan indah.

    Oleh: endalatersia | Mei 30, 2008

    Pulang ke Jogja, ke rumah kedua

    Masih inget dengan lagu Katon Bagaskara “jogjakarta”

    Nah agaknya lagu itu membawaku pulang ke jogja, 19-25 mei 2008 lalu.  Pulang ke rumah kedua, dan bernostalgia….. mengingat kenangan selama 4 tahun yang pernah aku habiskan di jogja. Kuliah, bersosialisasi, bermain, dan so pasti berdemonstrasi.

    Aku menyebut Jogja sebagai rumah kedua setelah rumah orang tuaku di Lubuksikaping. Karena Jogja yang berhati nyaman itu membuatku selalu membuatku “nyaman” dan tak ingin kembali ke Jakarta atau pulang ke Lubuksikaping. Nyaman untuk hidup, nyaman bersosilisasi dengan masyarakat multikultural, banyak tempat bermainnya (maksudku wisata alamnya loh), dan aman untuk berdemonstrasi (demo di Jogja selalu dengan aksi damai bo’). Terbukti, setiap aku berdemonstrasi pulang dengan keadaan sehat wal afiat.

    Anyway, jogja i will be miss u. Berharap bisa kemabli lagi ke jogja dalam waktu dekat.

     

     

     

    Oleh: endalatersia | April 27, 2008

    manager ku

    Kawan,………..

    Ada yg membuatku takjub. Tentang seseorang, yang semula aku nilai sangat dingin, jutek, cuek dan egois di lantai 1 kantor ku.

    Sebelum aku di mutasi ke marketing, aku sempat beraktivitas di lantai 1. Suasana di lantai 1 memang berbeda. “Kantor banget” kata kawan2ku anak2 yang bermarkas di lantai 3. Emang benar sih, di lantai 1 suasana nya emang kantor banget. Semua karyawan sibuk dengan tugas dan tanggung jawab masing2 jarang sekali sesama karyawan bergosip. NgGobrol ngalor ngidul hanya pada jam makan siang di meja makan besar yang terletak di tengah2 ruangan itu. Salah seorang anak2 lantai 3 mengatakan kalo aku kembali beraktivitas di lantai 1, aku berubah lagi, jadi pendiam. Benarkah begitu?

    Aku bilang ke anak2 lantai , klo di lantai 1 aku profesional (ceileeeeeeeeeee, sok2 an.he…he..). Dulu aku memang seperti itu. Tapi semenjak aku dipindah ke divisi marketing, aku harus mengubah itu semua. AKu tidak boleh lagi tegang dan kaku kalo temen2 lantai 3 ku menegur ku ketika mereka lewat di mejaku. AKu hrs menjadi pribadi supel dan charming (tekadku).

    Tahukah kau kawan, kenapa dulu aku bersikap begitu dingin dan kaku kalo duduk di lantai 1?

    Karena ada seseorang yang sangat aku segani yaitu Marketing Manager.

    Sekarang semua yang pernah aku pikirkan itu lenyap karena seseorang itu ternyata sangat profesional. So tiada lagi kekakuan pada diriku semenjak aku dimutasi di lantai 1. Dan tekadku untuk menjadi pribadi yang supel dan charming semiga bisa terwujud, amin.

    Dan seseorang yang aku segani itu, ternyta sangat lembut. Kalo aku salah, tak jarang beliau membimbing dan mengarahkan ke yang benar. Dan dengan sangat tulus beliau mengatakan ” ya g gitu donk say……….” I am so surprised and can not realize what I heared.

    Well, terkadang kita langsung men”justifikasi” seseorang dengan hanya melihat luarnya.

    Terimaksih semua, akhirnya aku bisa mengambil pelajaran dari ini semua.

    Oleh: endalatersia | April 8, 2008

    hari kedua di marketing

    Hari ini adalah hari keduaku di Divisi baru, divisi marketing. Setelah sempat berpindah2 dari Photogrammetry division trus ke Digital mapping division, finally aku terdampar juga ke divisi ini.

    Di sini aku ditugaskan sebagai Account Executivem, utk mem “follow up” setiap inquiry citra satelit yang masuk.

    Pengalaman baru deh, padahal di kampus aku g pernah dapet ilmu dagang.

    Moga aj dengan lahir di Bumi Minang aku bisa punya nyali dalam berdagang (kata orang kan orang Minang pintar dagang).he………he………….

    Oleh: endalatersia | April 2, 2008

    dinasehati ama adik

    Hallo kawan,
    Pernakah kalian merasakan bahwa waktu begitu cepat berlalu. Banyak hal-hal yang berubah, dan tidak terkecuali dengan pertumbuhan seorang anak manusia. Itulah yang aku dan adikku alami. Aku dan adikku si bungsu berjarak 6 tahun. Saat dia lahir semuanya senang dan riang gembira.
    Terutama papaku, maklum orang batak selalu mengharapkan kelahiran anak laki-laki sebagai penerus marga. Lahir dengan sangat imut dan montok, lalu tumbuh menjadi balita yang menggemaskan. Saat SD, dia mencolok di antara kawan-kawanya karena secara fisik adikku ini emang lebih ok dari kawan-kawan sekolahnya. Saat dia SMP, kawanku ada yang tidak percaya
    kalo aku punya adik yang cakep.

    Kebersamaanku dengannya di rumah dan di kampung halaman hanya sampai dia duduk di kelas dua SMP. Setelah itu, kami berpisah. Aku merantau ke negeri seberang. Hanya sekali setahun kami bertemu dalam indahnya suasana idul fitri.

    Lalu terjadilah peristiwa di malam itu (kira2 seminggu yang lalu). Aku telepon dia, dan dia berkata bahwa akan ada yang dibicarakan dengan ku penting katanya. Aku penasaran dan mencoba menebak-nebak apa yang akan diceritakannya. Namun dugaan ku salah, dia bukannya curhat masalah dia.

    Tapi, dia malah menasehatiku. Memintaku agar segera “NIKAH”. Ya 4JJI, kaget mendengarnya. Adikku yang lucu, imut dan manja sekarang sudah bisa berkata “Kak, nikahlah kak. G usah lama-lama. AKu dah kepengen gendong ponakan nih. Kan asik tuh kalo sore2 di rumah, ngajak ponakan naik motor keliling LUbuk Sikaping.”

    Entah apa yang kurasakan saat dia berkata seperti itu. Tapi aku tetap tertawa……….dan berkata ” Iya, ntarlah.” Lalu dia berkata ” Kak, kamu tuh cewek, g baik nunggu lama-lama, lbh cepat lebih baik.”

    Lalu, aku bilang ” Iya, tunggu aj.” Mungkin aku menanggapinya dengan tertawa, tp itu adalah permintaan hati yang tulus (doa) dari seorang adik yang sudah beranjak dewasa.

    “Kakak, Yeyen tuh bukan anak kecil lagi, aku dah dewasa.” Itu lah yang terakhir aku dengar ketika aku menawarkan kamarku tuk dia beristirahat.

    Maafkan aku, yang sering memperlakukanmu seperti anak kecil.

    Oleh: endalatersia | April 1, 2008

    free of duties

    Dah 1 minggu ini, i am free of duties. Proyek ku dah selesai, kalo pun ada itu utk revisi dikit alias finishing aj.

    So kegiatan ku tuk mengisi kekosongan adalah NGENET. Sekalian chatting, menyapa kolega di seantero nusantara. Trus buka freindster, ngisi blog klo lagi mood. Dan yg pasti juga adalah HUNTING JOB. he….he….3x

    Setelah aku lakoni rutinitas ku selama 1 minggu, timbul kejenuhan juga. Mungkin karena ritmenya yg terlalu datar-tar. Aku ingin dipacu lagi adrenalinku,…………aku rindu suasana deadline,………………..aku ingat lagi semua kegiatan ku di saat aku lembur.

    eniwei, inilah hidup. ada sibuk dan ada santai. ada siang dan ada malam. ada senang dan ada susah. Just depend on u, gmn kita menyikapinya. Betulkan , kawan?

    Oleh: endalatersia | Maret 27, 2008

    Pertemuan

    Hallo kawan, apa kabar semua?

    Setelah sekian lama, aku menulis lagi. Maklum g ada kesempatan,he,….he….., bukannya apa2, mobilitas ke Jogja 2 kali dalam bulan Maret diakhiri dengan kondisi fisik ku yg drop. Batuk…..Huks…..huks,…..

    Di long weekend lalu, aku bertemu dengan seseorang tercinta, she is My Lovely Ibu.Seneng deh, bisa liburan ama Ibu, bisa curhat dan bisa jalan-jalan.

    Dan yang tidak  akan terlupakan adalah pertemuan dengan temen2 masa kecilku (satu komplek). Bener2 g nyangka deh, krn kita dah sempat g berhubungan selama hampir 8 tahun. Oiya, aku dah cerita kan klo masa kecilku kulalui di kota kecil bernama LUBUK SIKAPING. Itu ibukota Kab Pasaman, Kab paling utara di Propinsi Sumbar.

    Anyway, waktu di Bandung aku bertemu dengan 4 orang anak2 komplek RUTAN. Great deh, Kak Rini…..(tetangga sebelah rumah) yang sekarang jadi pegawai kesehatan di Bogor. Iyen, yang 2 tahun di atasku umurnya, sekarang jadi Guru matematika. Ada Rendy yang anaknya Bos Papa, sekarang kuliah di Teknik Geofisika ITB.Nah Rendy ini dulu yang selalu bersemangat mengajarkan aku bersepatu roda. Walopun hasilnya nol besar, he….he… karena aku selalu GAMANG jika berjalan. Teori bersepatu roda sih bisa tp begitu prakteknya, g bisa. Emang benar kok, berteori lebih gampang drpd aksi. Wakakakak………….Dan adeknya Rendy, namanya Sinta yang kuliah di fakultas Hukum UNPAD. Si Sinta yang selalu memperlihatkan foto Rendy (lagi khitanan) klo Sinta lagi berantem ama Rendy. Singkatnya, Jumat, 21 Maret 2008 aku jadi berflash back ria menelusiri jejak2 masa kecilku. REUNI ala ANAK KOMPLEK RUTAN.

    Ini ada aku sisipkan foto2nya, dari kiri ke kanan Bu Asam Halim (guru kimia SMU 1 LBS), Bu IS (mama2nya Kak Rini), Bu Dardi (mama2nya Rendy), My Lovely Ibu, Iyen, Kak Rini, Sinta, Me, Rendy.

    UNFORGETTABLE MOMENT

    Older Posts »

    Kategori